Advertisements

Mantra Ilmu Brajamusti dan Cara Belajarnya

Mungkin kita sudah sering mendengar istilah ilmu brajamusti yang sangat hebat karena dengan mantra brajamusti ini maka akan dapat menciptakan pukulan fisik maupun spiritual yang sangat kuat dari segi powernya, karena memang cara belajar ilmu brajamusti harus melalui tahapan tertentu yang akan membawa kita pada kekuatan batin tak tertandingi.

Kehebatan ajian ini adalah pada power yang melapisi pukulan tangan sehingga sukar dikalahkan bahkan meskipun musuh mempunyai lambaran atau pelapis tubuh namun akan dapat dijebol dengan sekali pukul menggunakan ajian brajamusti. Tidak banyak orang yang berhasil menguasai ilmu ini karena memang lelaku yang harus dilengkapi bukan perkara ringan dan memerlukan syarat yang berat untuk dapat menyempurnakannya sehingga mampu kita serap secara sempurna.

Kegunaan ajian ini akan dapat melipatgandakan kekuatan badan dari segi fisik sehingga ketika menghadapi lawan maka tidak akan ada senjata yang mampu menembus tubuh si pemilik, termasuk senjata tajam dan pusaka tidak akan mempan pada orang yang memiliki ilmu ini. Adapun ajian brajamusti ada dua versi, yang mempunyai rapalan doa atau mantra berbeda namun lelaku hampir sama.

Versi Pertama
Tatacara
Hari pertama mandi keramas dengan bunga tujuh rupa, kemudian dilanjutkan dengan puasa nglowong selama 7 hari berturut-turut.
Setiap kali tiba tengah malam selama puasa membaca mantra dibawah ini.

Mantra :
“Ingsun amatek ajiku si Brajamusthi. kang aneng Pringgondani. Purubaya, Purubaya, Purubaya.
Ototku kawat, balungku wesi, kulitku tembaga. Dengkulku paron, dagingku waja. epek-epekku wesi mekangkang, antep tanpa sama. Ajur mumur katiban tanganku. Heh iyo aku Purubaya ratuning wesi kabeh. Sakabehing braja nglumpruk kadi kapuk. Tan ana tumama ing badanku.”

Pantangannya:
Dilarang memukul menggunakan tangan kiri.

Versi Kedua
“BISMILLAHHIROKHMANNIROKHIM…
SUN AMATEK AJI- AJIKU BRAJAMUSTI TERAP- TERAP AWE- AWE, KURU- KURU, GRIYO- GUNTING DRIJIKU, WATU ITEM NING TANGANKU, SUN TAK ANTEM, LAILLAHHAILLALLAH MUHAMADDURROSULALLAH.”

Tata Cara :
Puasa 3 Hari, Dimulai Selasa Kliwon.
Selama Puasa, doa Dibaca Habis Solat Fardhu 100X (kali).
Sesudah Puasa Doaa Dibaca 3X (kali)

Dari kedua jenis ajian braja musti diatas tentu saja memiliki keistimewaan masing-masing yang akan membawa kita pada hakekat pembelajaran ilmu beladiri yang sesungguhnya. Apabila mampu melalui syarat puasa dan hafal dengan mantranya niscaya kehebatan ilmu tersebut akan dapat dikuasai dengan baik dan sempurna. Namun tidak disarankan untuk melakukan praktek tanpa ada orang yang mengawasi anda karena segala resiko yang mungkin terjadi dapat saja menimbulkan bahaya diluar pengetahuan kita sebagai orang awam, maka sebaiknya ketika sudah bulat tekad untuk belajar ada baiknya mencari guru pribadi yang akan dapat mengawasi anda secara berkelanjutan ketika ada hal yang tidak mengerti maka sang guru akan segera mengarahkan untuk memperbaikinya.

Advertisements
error: Content is protected !!